SPBU belanda yang dimotori oleh VITOL GROUP yang

SPBU adalah penyedia bahan bakar yang kegiatan utamanya
bergerak didalam bidang pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan
bermotor di Indonesia. Unit usaha migas yang ada di Indonesia dihadiri oleh
beberapa pihak yang sudah tidak asing terdengar oleh masyarakat,yaitu PT.PERTAMINA,PT
SHELL INDONESIA,PT.TOTAL BANGUN PERSADA dan PT.PETRO ENERGI PASIFIK (Petronas).Namun
di tahun 2017 muncul sebuah perusahaan migas asal belanda yang dimotori oleh
VITOL GROUP yang berbasis di swiss. VIVO Energy Indonesia
adalah perusahaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang baru-baru ini muncul dan telah
menjadi topik pembicaraan sebagai “pemain” baru dalam bidang penyedia BBM. SPBU
VIVO yang telah secara resmi aktif 
beroperasi sejak bulan November 2017

Namun,sebenarnya
perusahaan asal belanda ini bukanlah pemain baru dalam dunia migas.Perusahaan
Utamanya yang berbasis di swiss VITOL GROUP sudah sekian lama berkencimplung
dalam dunia migas dan sudah lama menjadi mitra dari PT.PERTAMINA.Menurut CORPORATE
COMMUNICATION VIVO,Madie Al Jufri VITOL GROUP sudah meluncurkan ribuan SPBU di
Berbagai Negara seperti Belanda,Afrika,Australia dan Inggris.Sedangkan di
indonesia VIVO Baru saja membuka SPBU nya di daerah Cilangkap,Jakarta Timur
pada Kamis,26 Oktober 2017.

VIVO
pun mengklaim bahwa bbm milik perusahaan mereka akan lebih murah dibanding
banyak perusahaan migas lainnya seperti PERTAMINA,SHELL DAN TOTAL.SPBU VIVO menjual tiga
jenis bahan bakar dengan nama dagang Revvo.Ketiga jenis BBM itu diklasifikasi
berdasarkan kadar Research Octane Number RON yakni Revvo 88, Revvo 90 dan Revvo
92 Yang mana dengan Revvo 88 *Sejenis dengan premium milik pertamina berharga Rp.6.550,00
dan Revvo 90 yang setara dengan PERTALITE milik PERTAMINA Dan Revvo 92 yang
setara dengan PERTAMAX.Pengkhususan untuk Revvo 90 dan 92 Harga ditentukan oleh
perusaan bukan oleh pemerintah tidak seperti Revvo 88.PT VIVO ENERGI INDONESIA
baru saja mengantongi izin untuk membuka SPBU setelah berganti nama dari PT.Nusantara
Energy Plant Indonesia (PT.Nepi) dikarenakan berdasarkan peraturan yang berlaku
Nama SPBU dengan Perusahaan haruslah sama menurut Madie al jufri.Namun,bukan
berarti dengan mempunyai nama besar dari VITOL GROUP VIVO dimudahkan urusan
perusahaan nya,PEMERINTAH INDONESIA melalui DIRJEN MIGAS Energi Sumber Daya
Mineral (ESDM) mewajibkan kepada PT.VIVO ENERGI INDONESIA membuka SPBU nya di
daerah 3 T (TERLUAS,TERDEPAN,TERPENCIL) Di bagian Indonesia Timur.Pemerintah
menegaskan jika SPBU VIVO Tidak kunjung membangun di daerah 3T maka segala izin
operasional dicabut dan dilarang beroperasi.Hal ini dilatarbelakangi ambisi
pemerintah indonesia yang ingin mewujudkan Harga BBM Satu harga diseluruh
daerah indonesia.Maka jika memang PT.VIVO ENERGI INDONESIA dengan SPBU miliknya
VIVO serius dalam bersaing dan berkontribusi pada usaha migas,seharusnya bisa
menjawab tantangan dari pemerintah.